Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
Transliterasi Bahasa Inggris
Faikhtalafa alahzabu min baynihim fawaylun lillatheena kafaroo min mashhadi yawmin AAatheemin
Tafsir Ayat 37
Kemudian pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum Nabi Isa tidak mengindahkan petunjuk-petunjuk yang diberikan kepada mereka. Mereka telah jatuh ke dalam lembah kesesatan dan perselisihan yang hebat. Mereka terpecah-pecah menjadi beberapa golongan; Golongan "Yakubiyah" yaitu golongan yang mengikuti ajaran seorang pendeta bernama Yakub, yang mengatakan bahwa Isa adalah tuhan yang diturunkan ke bumi tetapi kemudian naik lagi ke langit. Golongan "Nasturiah" yang mengikuti ajaran seorang pendeta bernama Nastur yang mengatakan bahwa Isa adalah putra Tuhan yang diturunkan ke bumi kemudian diangkat-Nya kembali ke langit. Golongan ini mengatakan bahwa Isa adalah salah satu dari oknum yang tiga yaitu: Bapak, putra dan Ruhulkudus. Golongan lain mengatakan bahwa Isa adalah salah satu dari Tuhan yang tiga, yaitu: Allah, Isa anak-Nya dan Maryam ibu Isa. Di samping golongan-golongan yang sesat itu, ada pula golongan yang benar dan beriman sesuai dengan ajaran dan petunjuk Isa yang beriman bahwa Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, golongan ini bernama "Malakania".
Terhadap golongan-golongan yang sesat itu Allah mengancam mereka bahwa mereka akan menyaksikan sendiri bagamana dahsyatnya hari kiamat nanti dan bagaimana pedihnya siksaan yang disediakan untuk mereka. Semua anggota badan mereka akan menjadi saksi atas kekufuran dan keingkaran mereka. Allah menangguhkan siksaan terhadap mereka sampai hari Kiamat dan tidak menyegerakan siksaan mereka semata-mata karena rahmat dan kasih sayang-Nya sebagaimana tersebut dalam sabda Nabi saw:
Sesungguhnya Allah menangguhkan penyiksaan bagi orang zalim sehingga apabila Dia menyiksanya, dia tidak akan dapat lepas dari siksaan itu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa)
Mengenai sikap kaum Nabi Isa ini Nabi Muhammad saw bersabda:
Tak ada seorang pun yang tahan, mendengar kata-kata yang menyakitkan kecuali Allah. Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak sedang Allah tetap memberi mereka rezeki dan kesehatan. (Riwayat al-Bukhari dari Abdullah bin Qais)
Keterangan yang dikemukakan oleh Nabi Isa sangat jelas, namun Bani Israil tetap ingkar. Maka, berawal dari sikap ini berselisihlah golongan-golongan yang ada di antara mereka, yaitu antara Yahudi dan Nasrani, tentang Isa dan Maryam. Akibat keingkaran itu maka celakalah orang-orang kafir, termasuk mereka yang mempertuhankan Isa, pada waktu menyaksikan hari yang agung, yaitu hari pembalasan.
Meskipun begitu, orang-orang Ahl al-Kitâb berselisih paham tentang 'Isâ, dan terbagi-bagi menjadi beberapa kelompok. Maka, azab yang pedih disediakan bagi mereka saat mendatangi hari perhitungan, menyaksikan hari kiamat dan menerima balasan yang amat buruk.
(Maka berselisihlah golongan-golongan yang ada di antara mereka) yakni orang-orang Nasrani, yaitu sehubungan dengan perihal Isa, apakah dia anak Allah, atau tuhan di samping Allah, ataukah tuhan yang ketiga. (Maka kecelakaanlah) azab yang sangat keras (bagi orang-orang kafir) disebabkan apa yang telah disebutkan tadi dan hal-hal lainnya (pada waktu menyaksikan hari yang besar) yakni kehadiran mereka di hari kiamat dan kengerian-kengerian yang terjadi pada waktu itu.