Seandainya orang-orang kafir itu menentang dan mengingkari dakwah Nabi, padahal telah disampaikan kepada mereka bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang menunjukkan kebenaran agama yang disampaikan kepada mereka, maka tugas Nabi Muhammad adalah menyampaikan agama, bukan untuk menjadikan seseorang itu menjadi kafir atau beriman. Semuanya menjadi wewenang Allah. Allah berfirman:
Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad), maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan." (Yunus/10: 41)
Katakanlah kepada mereka bahwa Allah lebih mengetahui tentang apa yang mereka kerjakan dan akan membalas mereka terhadap pekerjaan-pekerjaan yang telah mereka kerjakan di dunia ini.
Dan jika mereka, kaum Yahudi dan Nasrani, membantah engkau, Muhammad, ketika engkau mengajarkan tauhid yang lurus, ibadah yang sempurna, dan akhlak yang mulia; maka katakanlah kepada ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang membantah kamu itu, “Allah lebih tahu tentang apa yang kamu kerjakan,” karena Allah benar-benar mengetahui yang tampak maupun yang tersembunyi.
Apabila mereka bersikeras untuk terus mendebatmu, berpalinglah kamu dari mereka, dan katakanlah, "Allah lebih tahu tentang perbuatan kalian dan balasan apa yang pantas untuk itu.
(Dan jika mereka membantah kamu) dalam masalah agama (maka katakanlah! "Allah lebih mengetahui tentang apa yang kalian kerjakan") maka Dia akan membalasnya kepada kalian. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah untuk berperang.