dan dikatakan (kepadanya): "Siapakah yang dapat menyembuhkan?",
Transliterasi Bahasa Inggris
Waqeela man raqin
Tafsir Ayat 27
Ayat ini menggambarkan suasana orang yang dalam sakratulmaut ketika keluarganya bertanya-tanya, "Siapakah yang dapat menyembuhkan?" Secara umum, pada saat seseorang sedang sakratulmaut, kaum famili dan sanak keluarganya ditimpa oleh kegelisahan, "Siapa dan dokter mana gerangan yang dapat menyembuhkan dia dari sakitnya?" Artinya usaha-usaha pengobatan tetap dilakukan, namun orang harus yakin kalau memang sudah ajal, tidak seorang pun yang dapat menyelamatkannya dari ketentuan Allah itu. Semuanya tanpa pandang bulu, bahkan semua yang fana ini pasti akan hancur. Hanya Allah sendiri yang tidak hancur.
Menurut Ibnu 'Abbas, ayat ini berarti "siapakah gerangan yang mencabut nyawanya, apakah malaikat azab atau malaikat rahmat". Pokoknya terjadi saling bertanya, apakah si mayat berbahagia atau celaka dengan kematiannya. Manusia memang tidak mengetahui sebelum kedatangan malaikat maut apakah ia akan selamat atau celaka.
26-30. Ayat di atas mengingatkan siapa saja untuk tidak terlalu mencintai dunia karena setiap saat maut bisa datang. Sekali-kali tidak, yaitu tidak akan berlanjut kehidupan dunia ini, apabila nyawa seseorang telah sampai ke kerongkongan, dan ketika itu dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan sakaratul maut ini?” Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia yang dicintainya, dan bertaut betis kiri dengan betis kanan, karena hebatnya penderitaan pada saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, dan kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau ke surga bagi yang taat dan ke neraka bagi yang durhaka.
Terjegallah kalian dari cinta dunia yang akan kalian tinggalkan apabila ruh telah mencapai tulang kerongkongan. Mereka yang menyaksikan saling bertanya, "Adakah yang dapat menyembuhkan rasa sakit yang dideritanya?" Orang yang tengah sekarat itu telah menduga bahwa apa yang dialaminya adalah perpisahan dengan dunia yang dicintainya. Rasa sakit pun semakin memuncak. Maka bertautlah betis dengan betis lainnya saat ruh dicabut. Hari itu, kepada Tuhanmulah para hamba akan digiring, baik ke surga maupun ke neraka.
(Dan dikatakan) kepadanya oleh yang ada di sekitarnya: ("Siapakah yang dapat mengobati?") hingga sembuh.