Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
Allah menerangkan bahwa andaikata terhadap orang-orang yang ingkar itu dianjurkan agar mereka menjaga diri terhadap siksaan Allah yang akan datang di kemudian hari, mereka akan tetap berpaling, tidak mau mendengarkan anjuran itu. Padahal, anjuran itu disampaikan agar mereka mendapatkan rahmat dari Allah.
Menjaga diri dari siksaan Allah ialah dengan cara bertakwa kepada-Nya, yaitu melakukan apa-apa yang diperintahkan-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, dan mensyukuri setiap karunia-Nya. Akan tetapi, hati orang-orang yang ingkar telah tertutup terhadap kebenaran. Mereka senantiasa berpaling dari nasihat-nasihat yang baik. Oleh sebab itu, wajarlah mereka ditimpa kemurkaan dan siksaan Allah.
Meski menyaksikan dengan nyata bukti-bukti kekuasaan Allah dan kemampuan yang Allah berikan kepada manusia untuk membuat sarana transportasi, banyak manusia tetap ingkar dan menyekutukan Allah. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan siksa dunia yang di hadapanmu sebagaimana yang menimpa umat-umat terdahulu, dan azab yang akan datang kelak di akhirat agar kamu mendapat rahmat dari-Nya.”
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Waspadalah terhadap apa yang telah menimpa umat-umat terdahulu disebabkan pendustaan mereka, dan takutlah akan azab akhirat yang akan ditimpakan karena kekukuhan kalian mempertahankan kekufuran--dengan harapan semoga Tuhan memberikan rahmat-Nya jika kalian bertakwa kepada-Nya," mereka pasti akan menolak seruan itu.
(Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kalian akan siksa yang di hadapan kalian) berupa azab di dunia sebagaimana apa yang telah menimpa orang-orang selain mereka (dan siksa yang akan datang) yaitu azab di akhirat (supaya kalian mendapat rahmat") tetapi mereka tetap berpaling.